i n s p i r a t i n g

Udah nolong, malah dicacimaki. Adilkah..?

Posted on: July 14, 2008

Setibaku di kos, aku jadi ingat pertemuanku dengan seseorang tadi, Inem (nama samaran). Dia menangis menceritakan padaku betapa dia dalam masalah besar. Aku tanya, ‘kenapa, kok matanya sembab?’. Dia cuma menggeleng, tapi tak dapat menahan airmatanya. Aku mengajaknya duduk, lalu akhirnya dia bercerita. Sejak kedatangan Pamannya yang ke-3 kali, dari Cimahi yang berharap mendapat pinjaman uang darinya. Pernah dia meminjamkan sejumlah uang (yang mungkin tak seberapa bagi majikannya yang kaya), tapi baginya itu udah lebih dari cukup. Pamannya hanya punya alasan untuk membayar hutang keluarganya. Karna belas kasihan dia juga memberikannya. Dua bulan lebih uang itu belum diganti.

Pamannya datang lagi dalam waktu yang belum lama. Meminjam uang lagi. Kali ini dengan alasan ‘saya pusing, saya harus membiayai 13 orang. Anak 7, istri 1, mertua 2, cucu 2 orang (anak dari putrinya yang menikah terlalu muda, kemudian ditinggal suami yang tak bertanggungjawab) dan saya sendiri’. Dengan wajah pucat dan loyo, mata meng-iba, pamannya menaklukkan hati sahabatku itu. Pamannya pulang lagi membawa uang yang sebenarnya sudah ditabung sejak lama oleh Inem.

Dan sore dua hari yang lalu, Pamannya datang lagi. Apalagi kalau bukan meminta uang. ALasan kali ini ‘harus menebus ijasah anaknya yang baru lulus SMP’. Inem hanya bilang:’Loh, kan yang kemarin aja belum diganti, lagian saya ga punya duit lagi. Gaji saya juga masih belum dibayar majikan, soalnya majikan saya katanya lagi susah. Maaf ya, sekarang belum bisa bantu.’

Pamannya mencoba menjelaskan betapa pentingnya uang itu, seolah dia tak kan pulang tanpa uang Inem. Inem luluh tapi dia juga hanya bisa bilang :’Paman, saya ga bisa bantu banyak, uang yang dulu itu ga perlu diganti, sekarang saya cuma bisa bantu sedikit untuk menebus ijasah si “Eneng’. Maaf ya.’ Lalu Inem masuk ke dalam rumah majikannya, memberikan amplop berisi uang pada Pamannya. Dan Pamannya pulang, tak ada ekspressi, rasa terimakasihpun tidak.

Besok paginya istri paman si Inem datang dengan marah2. Menghina, memaki, menuduh Inem penyebab semuanya, penyebab Pamannya harus tinggal di RS. JIwa Riau. Setelah pulang dari rumah Inem, istrinya bilang, Pamannya teriak2, mengacaukan semuanya yang ada di rumas, melukai diri sendiri, berteriak “AKU SAKIT HATI” berulangkali. Dan Inem diminta datang ke RSJ, meminta maaf, mengganti semua kerugian, dsb dsb.. Inem dituduh penyebab Pamannya menjadi terguncang jiwanya. Inem hanya bisa menangis, heran dengan yang terjadi. Sudah menolong kok malah diperlakukan tak adil. Aku ikut sedih mendengarnya, Inem menangis, memeluk-ku, mengeluarkan semua sesak yang terasa. Aku tak berdaya. Hanya bisa mengelus pundaknya, menenangkan, memintanya berdoa supaya Tuhan menjaganya.

‘Saya hanya seorang pembantu, gaji saya juga kecil, saya udah mencoba menolong tapi kenapa malah saya diperlakukan seperti ini? Apa yang harus saya buat?’

Kalimat itu semakin membuat pilu. Kesederhanaan & ketulusan kulihat jelas dimatanya. Tapi kenapa ‘ketidak adilan’ membuatnya menangis sepanjang malam? Hidup yang cukup membuat rumit.

Pernahkah kita merasakan hal yang sama dengan Inem? Inem, perempuan sederhana namun cantik hatinya..?

8 Responses to "Udah nolong, malah dicacimaki. Adilkah..?"

hiks…
aq terharu aunty…

liebe said : sama… tp ya mau gimana ya..

waduh… kok ceritanya kayaknya kurang lengkap ya? Kok bisa si Inem yang disalahkan? atas sebab apa?

liebe said : Kalo terlalu lengkap ntar kamu malah iku2an nangis lagi, he..he

@liebe:
ahhh… gak kok…

liebe said : yakiinnn…?

that’s reality

liebe said : yupz…

nolong, tp dicaci maki..
gmn klo dy yg caci maki, pst ditolong.. he.he

terharu nih..

liebe said : Ugh…mulai lah si indra…salah makan obat penenang ya..?🙂

hikz..hikz….
ikutan terharu nich…

kasihan banget sich..ku kira cerita yang kaya’ gini cuma ada di TV doank…

liebe said : pasti kamu suka nonton sinetron ya…makanya bilang gitu…(ha ha ha)

Turut bersedih uat Inem, semoga dia dikuatkan..
Tapi heran.. si Inem kasih apa di amplopnya makanya pamannya gila?

Itu lah yang namanya, dikasih hati minta jantung..

Terharu bah..

*gloria : ga pake amplop kok, he..he..he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

me, myself and i

I'm just an ordinary human being, living in Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

I'm who I am and I'm proud to be me.

Smart Promo


Produk SMART Telecom

Toko Buku Online


Masukkan Code ini K1-A4F93A-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

All Memories

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 16,677 hits
%d bloggers like this: