” cintahhh, kalo nanti kau nikah, kau pingin dresscode-ku gaun atau kebaya? Pilih ‘A‘ untuk gaun, ‘B‘ untuk kebaya. Can’t wait. Really.. really can’t wait.. Miz u so..so..so
“
send
kusend ke- tujuh sahabat terdekat-ku yang masih single skaligus in a relationship (baca: jauh dari bandung), yang sedari dulu tetap menjadi teman berbagi. Ternyata beraneka ragam jawaban yang kuterima.
+62 813 *****070 : tak membalas sama sekali, aku maklum karna tiapkali dia selalu sibuk masak untuk kekasihnya
+62 813 *****926 : dengan lugunya menjawab: ‘B‘ aja kali ya, lebih anggun
+62 812*****720 : lampu ijo aja aku blum dapat dari bonyok, mesti batak katanya, fpiuhh…hiks
+62813*****710 : nothing to display
+62 813*****304 : lo kan tau gua seperti kekasih gelap buat dia, jadi jangan siapin dresscodemu dulu dah.
+62 813*****503 : Dak, kok tiba2 kau sms aq nanya dress codemu waktu nikahanku? Aha na masa? Msh lama aq nikahnya Dak, gmnlah si abng blm siap, ha..ha. Kau aja lah duluan Dak. Ntar aq pake kebaya moderen pun ke nikahanmu.
Dan yang paling antusias, si In**s (yang bulan juni akan ke pelaminan & pernah memintaku untuk menjadi seksi repot di pestanya nanti), langsung menelpon, “gaun’ aja deh bec, tapi terserah aja deh mana yang menurut lo nyaman. Tapi kok tiba-tiba nanya itu? dst…(belum lulus sensor)
Jawaban-jawaban yang tak kuduga, simpel, jujur, antusias dan bahkan tak nyambung dengan pertanyaanku. Tapi ini benar-benar menjadi sesuatu yang membuatku merasa bersukur punya sahabat perempuan seperti mereka, yang mungkin tak pernah oranglain punya. Sahabat berbagi disaat susah dan senang, sahabat menggila bareng, belajar bersama, nyanyi bareng, gosiiippp, bahas kecengan-kecengan skaligus mantan, sahabat seperjuangan waktu jadi aktivis di beberapa organisasi modern dan gereja, sahabat tanpa batas ruang dan waktu (karna sekalipun kami tak tinggal dalam kota, pulau yang sama, tapi kisah2 tetap kami bagi bersama walau lewat sms atau telponan).
“aku pernah bermimpi, suatu saat kami semua bertemu dalam waktu, tempat & kebahagiaan yang sama“
:: tulisan ini kupersembahkan untuk ketujuh sahabat baik-ku: q’jel, q’renk, q’benk, q’thing, intan, july and last but not least, fransisca ina ::
Advertisement
Like this:
Be the first to like this post.
February 27, 2010 at 2:38 pm
Thank you for being my best friend..:)
GBU