Posted by: rebecka on: July 21, 2008
Awalnya aku membaca e-mail dari sahabat perempuan-ku. Dengan cerita-cerita lucu dan foto-foto anak kecilnya.
Pernah nggak kita teringat masa kecil dulu waktu masih belum mengerti banyak hal? Waktu itu mungkin kita hanya bisa bermain pasir, mengotori baju sendiri, memakan apapun yang ‘mommy‘ suapin untuk kita, pasrah ketika dimandikan, digendong atau dibawa dengan kereta dorong. Jika aku mengingatnya, betapa aku merasakan bahwa saat-saat itu adalah saat paling indah, saat-saat paling penting sebelum memasuki lorong kedewasaan. Bermanja, banjir dengan kasih sayang & bujukan, cium dan peluk hangat, pujian dan masih banyak bukti-bukti cinta yang lain.
Pernah nggak kita menyadari bahwa seorang ‘ibu‘ lebih sering menjadi tokoh utama? Ya..! Seperti apa yang kulihat dari sekian sahabat perempuanku, mereka rela meninggalkan pekerjaannya yang terbilang ‘karir sedang berada di puncak‘, demi anak kecilnya yang butuh ‘mommy’-nya menjadi pendampingnya dalam masa pertumbuhan mereka. Bahkan banyak perempuan (baca : bukan hanya yang ber-status ibu), siap berhenti dari pekerjaannya untuk sementara. Walau ketika ditanya apakah perjanjian ‘jika telah mempunyai anak, si ibu tidak boleh bekerja lagi‘, telah ada, sebelum mengambil keputusan menikah? Ternyata tidak juga tuh. Pengakuan mereka hanya singkat, “setelah aku melihat mata bayi kecil-ku di hari pertama, aku lebih memilih mengasuhnya sendiri“.
Lalu bagaimana dengan perempuan-perempuan yang tetap memilih karirnya, dan membayar mahal ‘babysitter’ untuk bayi kecil-nya ya…?
p.s. : Foto diambil dari w.site sahabat perempuan-ku, yang memilih mengasuh anaknya sendiri, yang saat ini tinggal di Oklahoma. *aku salut, k’stef…
Wah, untung istriku lebih doyan dirumah, tau nih para wanita jaman sekarang, gak mau di manja, maunya banting tulang di kantor, cari uang, bukanya enakan di rumah, main main sama baby, bantuin pr anak, dan jadi temen anak ?
zzzzz
Ayo Cka.. cepetan punya anak wkwkwkkw
mau pulang.. pengen ketemu ibu
..
[...] yang disajikan memang tidak jauh dari kisah-kisah kehidupan yang terkadang mungkin bisa mengetuk hati sang pengunjung untuk dapat menjalani hidup dengan lebih baik lagi. Mungkin itu juga yang [...]
maniis bangget anak nya biit unggul tuuuh, kamu mau pasang berner
July 21, 2008 at 8:33 pm
Terima kasih sudah mau mampir, semoga kita bisa terus berbagi…
amin.
Sopyan